Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan

6 Juli 2017

Welcome to the world, my baby..

Alhamdulillah..
Resmi menyandang status sebagai seorang ibu..
Putri pertama saya dan suami telah lahir pada hari Selasa, 9 Mei 2017 pukul 21:14 WIB melalui operasi caesar..
Dengan berat nya 2,6 kg sangat memungkinkan untuk lahiran secara normal. Lalu, kenapa harus caesar? Mungkin saya hanya bisa bilang, inilah rencana Allah.. ketika segala usaha untuk bisa lahiran normal sudah tidak memungkinkan.

Penuh perjuangan untuk bisa bertemu sang buah hati. Membuat saya sungguh mengerti pengorbanan seorang ibu. Mulai dari masa kehamilan hingga lahiran.

First Picture
Dari awal saya sudah bertekad untuk bisa lahiran secara normal. Saat itu usia kandungan sudah memasuki 39 minggu. Sudah bisa dibilang waktu nya untuk lahiran, tetapi tanda-tanda lahiran belum terlihat. Cemas, khawatir, bingung, ah semuanya sudah campur aduk. Namun, saya mencoba untuk tetap tenang. Saya terus menyemangati bayi saya. Saya tau, dia juga sedang berusaha untuk keluar.

Sudah memasuki hpl, tetapi saya masih belum ada kontraksi. Akhirnya memutuskan untuk periksa ke rumah sakit. Setelah dicek, ternyata air ketuban sudah berkurang meskipun saya tidak merasakan ketuban pecah. Disarankanlah untuk induksi karena masih berusaha untuk bisa lahiran normal. Induksi itu yang saya tau lebih sakit dari kontraksi alami. Dan dalam pikiran saya itu juga semacam bentuk paksaan kepada bayi untuk berkontraksi.

"Maaf ya, Nak, kita harus diinduksi. Ini juga buat kebaikan kamu, Nak.."

Proses induksi dimulai sekitar jam 10 malam pada hari Senin. Beberapa jam setelah induksi saya mulai merasakan kontraksi. Kontraksi yang teratur dan bagi saya rasa sakitnya luar biasa. Subuh hari, karena kontraksi yang terus menerus, saya meminta untuk dicek sudah bukaan berapa. Saya pikir mungkin sudah mau lahiran karena kontraksi yang begitu hebat. Dan ternyata belum ada perubahan bukaan. Pagi itu masih bukaan 1.

Kondisi bayi ternyata makin melemah selama diinduksi. Siang hari induksi dihentikan karena mempertimbangkan keadaan bayi di dalam perut. Kontraksi tetap ada meski sudah tidak diinduksi. Saya beranggapan ini pertanda bagus. Meski induksi sudah dihentikan, kontraksi tetap teratur. Tetapi masih saja pembukaan tak kunjung menunjukkan perubahan. Berhenti dipembukaan 2 hingga jam 7 malam pada hari Selasa, dokter pun menyarankan untuk operasi. Alasan yang paling kuat karena memang mempertimbangkan kondisi bayi. Jika tetap dipaksa untuk normal, takut sang bayi tidak kuat mendorong keluar. Dan memang saya pun juga sudah terlihat lelah.

Jam 21:00 mulai operasi dan 14 menit kemudian putri kami lahir ke dunia.

Allahuakbar.. saya yang masih tidak berdaya saat itu, dihadapkan dengan bayi mungil yang dulu cuma bisa saya rasakan gerakannya dari dalam perut.
Alhamdulillah..
Terima kasih, Ya Allah...


Jakarta,
6 Juli 2017

30 September 2016

test pack

dari awal pernikahan saya dan suami tidak ada rencana menunda kehamilan, tetapi jika diizinkan kami memang menginginkan adanya masa-masa berdua sebelum kehadiran sang buah hati.

menginjak usia pernikahan 6 bulan, saya mulai terlambat haid. rasanya sudah tak sabar ingin menguji kehamilan. alhasil, saya melakukan pengujian menggunakan test pack hingga 3 kali.

test pack pertama, hasilnya masih negatif. sedikit kecewa, tapi mungkin memang terlalu dini saya melakukannya. karena saat itu baru telat 2 hari. duh, ga sabar banget ya.
ok, baca-baca di google, coba lakukan test pack 2-3 hari lagi karena jika memang hamil, hormon hcg-nya akan terus meningkat dalam beberapa hari tersebut.
test pack kedua, pada garis yang menyatakan positif sudah mulai terbentuk tetapi masih samar. tanya google lagi, katanya itu sudah bisa dianggap positif. rasanya campur aduk. masih belum berani menyatakan saya hamil. akhirnya dengan kesepakatan suami, 3 hari lagi saya akan mencoba ulang.
test pack ketiga, tetap hasilnya masih bisa dibilang samar meskipun sudah lebih jelas dari test pack sebelumnya. kalau ditanya kepada yang sudah berpengalaman, saya justru diberi selamat. karena mereka bilang itu positif.

semakin galau. tak ingin menduga-duga dan ingin cepat mendapat kepastian, saya putuskan untuk ke dokter kandungan. 2 minggu telat haid, saya dan suami pergi ke sebuah klinik yang direkomendasikan seorang teman. deg-degan tentunya.

"wah masih kecil sekali, sabar ya jangan buru-buru", kata dokter saat pertama kali saya di usg.

memang belum begitu terlihat, namun tanda-tanda kehamilan sudah ada. dokter menjelaskan tempat dimana janinnya akan berkembang.

"tunggu 8 minggu kalau mau lihat perkembangannya".

karena saat itu usia kehamilan diperkirakan baru sekitar 6 minggu.

Alhamdulillah.

terima kasih, Ya Allah.


Jakarta,
30 September 2016