18 April 2015

24 tahun

11 April 2015.
birthday. graduation. what a great day..

Alhamdulillah. memang rencana Allah jauh lebih indah dari rencana saya sendiri.
jadi ingat bagaimana proses saya menuju wisuda. sebenarnya sudah dari bulan Oktober 2014 lalu saya selesai sidang. setelah revisian beres, mulailah saya menyiapkan segala persyaratan untuk mendaftar wisuda di bulan Desember. tapi ternyata semua batal karena terbentur masalah sertifikat. ya, di kampus saya ini, ada persyaratan untuk mengumpulkan sertifikat seminar dan TOEIC. karena sertifikat saya belum lengkap, jadilah saya tidak diperbolehkan mendaftar wisuda. meski segala bentuk negosiasi sudah saya lakukan kepada petinggi fakultas, tetap saja saya diminta menunggu untuk wisuda pada gelombang selanjutnya, yaitu di bulan April.

setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya saya mendapat informasi ternyata wisuda dijadwalkan tanggal 11 April 2015. dan itu berarti bertepatan dengan tanggal kelahiran saya. tepat diusia saya menginjak 24 tahun. how wonderful it. semacam kado ulang tahun bagi saya dan perayaan kesuksesan untuk Ibu yang telah berhasil memberi pendidikan terbaik untuk kami, anak-anaknya, hingga ke jenjang sarjana.

wisudalah diwaktu yang tepat :)
saya nikmati setiap acara selama prosesi wisuda. pengukuhan saya menjadi seorang sarjana komputer berhasil membuat saya meneteskan air mata. semoga gelar yang telah tersemat ini menjadi langkah awal saya dalam mewujudkan keinginan-keinginan lain yang lebih tinggi. seperti kampus ganesha yang masih saja menggantung dihadapan saya. :D

kebahagiaan lain yang saya dapatkan adalah adanya pertemuan dua keluarga. perkenalan antara keluarga saya dan dia. seseorang yang sudah 1,5 tahun ini berada didekat saya dalam situasi apa pun. saya jadikan ini langkah awal saya untuk membawa hubungan kami ke dalam ikatan yang suci.

11 April 2015. the happiest moment of my life so far..


Jakarta,
18 April 2015

2 April 2015

commpas project #1

4 bulan sudah saya bergabung dalam satu project di perusahaan perbankan. bisa dibilang project kali ini emang high pressure. awalnya saya sempat pengen keluar dari project ini, tapi akhirnya saya nyoba memberi waktu untuk diri saya dan lingkungan beradaptasi. alhasil saya bisa juga bertahan. justru dengan berada di sini saya belajar banyak hal. team work, time management, communication. ditambah dengan anggota tim yang sebagian berasal dari India, melatih saya untuk berkomunikasi menggunakan bahasa internasional. menyenangkan bisa mengenal mereka, tetapi akan berubah menjadi mengesalkan kalau sudah berhubungan dengan deadline. haha.. mereka ga kenal jam dan hari kerja.

ga terasa project-nya udah mau go live. fase UAT sudah sampai titik akhir. satu per satu Indiahe pun kembali ke asalnya.

Indiahe Farewell
Jakarta,
2 April 2015

18 Januari 2015

strawberry generation

berapa hari belakangan saya merasa sedikit down. mendapat omelan dari atasan membuat mental saya goyah. saya tau ini sebenarnya hanya soal waktu. saya yang masih belum terbiasa menghadapi situasinya. di saat kondisi seperti ini orang yang paling saya cari adalah abang saya sendiri.

minggu sore saya minta ketemuan dengan abang. saya butuh suntikan semangat. karena petuah-petuah dari si abang emang yang paling jitu dan memberi pengaruh besar bagi saya. pemikiran out of the box-nya yang selalu saya tunggu-tunggu. cerita serunya yang selalu menginspirasi.

strawberry generation nih yang kaya kamu, kata abang selesai saya bercerita. dan ga berapa lama kemudian dia mengirim ke bbm satu tulisan dari Prof. Rhenald Kasali tentang strawberry generation. dihadapannya saya membaca. dan saya malu. ternyata saya menjadi generasi yang rapuh.

"... kalau Dahlan Iskan mentalnya seperti kamu, ga akan ada perusahaannya kaya sekarang. semua orang punya masalah. bukan cuma kamu. jadi jangan terlalu mendramatisir. boleh nangis. pasti ada rasa kesal, murung. tapi kalau hari sudah berganti, semangat ya beda lagi. hidup ini emang keras. fight!..."

berbagai masukannya membuat saya sadar bahwa apa yang saya hadapi belum ada apa-apanya. dulu saya bisa dengan berani melangkahkan kaki dari rumah untuk melihat dunia luar. saya dengan bersemangatnya siap menerima tantangan baru. dan sekarang kemana keberanian itu?

pertemuan singkat yang kini mulai mengubah cara pandang saya pada suatu masalah.
thank you, my brother. thank you for inspiring me.



Jakarta,
18 Januari 2015